Telah maklum, betapa besar kasih sayang Rasulullah Saw terhadap umat beliau.
Banyak kita dengar, bahwa Rasulullah tak mempedulikan nasib beliau setelah wafat, beliau justru bertanya kepada Jibril tentang nasib umat beliau.
Kita juga mendengar bahwa kelak Rasulullah tidak berkenan masuk ke surga sebelum seluruh umat beliau mendahului.
Kini,
Saya akan membagikan sebuah kisah yang semakin menegaskan kasih sayang itu.
***
Saat turun wahyu terakhir (surat al-Maidah ; 3) yang tak lain menyampaikan bahwa ajaran Islam telah disempurnakan, sahabat gembira dan bersuka cita.
Namun, tak sedikit di antara mereka yang justru tampak sedih.
Mengapa?
Mereka menangkap pemahaman bahwa, bila agama ini telah sempurna, bila risalah ini telah usai, itu tanda Rasulullah akan segera menghadap Allah Azza wa Jalla.
Dengan raut sedih, sebagian sahabat bahkan memberanikan diri menanyakan hal tersebut kepada Baginda Rasul.
Melihat kesedihan di muka para sahabat, Rasulullah menyampaikan jawaban yang tak terduga.
Beliau bersabda;
"Jangan bersedih !
Hidupku..... baik untuk kalian.
Matiku........ pun baik untuk kalian.
Saat aku hidup, aku menyampaikan petunjuk pada kalian, aku menuntun kalian dalam hidup.
Dan saat aku telah wafat nanti,
setiap amal perbuatan kalian dikabarkan kepadaku. Dan saat itu, Aku berada di sisi Allah Swt.
Bila Aku temukan amal baik kalian, Aku memuji kepada Allah.
Dan bila Aku temukan amal buruk kalian, Aku mohonkan ampunan untuk kalian.
Bukankah itu baik bagi kalian."
***
Mari Renungkan !!!!
Betapa kasih beliau pada kita sebagai umat.
Cinta beliau, adalah cinta sejati. Maut pun tak mampu mengikis cinta itu.
Ya Allah....
Bahagiakanlah hati Baginda Rasul, dengan melihat amal baik kami. Jangan jadikan beliau bersedih, melihat perbuatan buruk kami.
اللهم ارزقنا متابعة رسولك متابعة تامة
واوزقنا لقاء حبيبنا ونظر وجه نبينا
يا سيدي!
ويا قرة عيني!
اشفع لنا يا رسول الله !
صلوا على النبي محمد !!!!!
No comments:
Post a Comment