Ia ingin menyampaikan maksud taubatnya kepada Allah Swt, namun ia merasa tak berkapasitas untuk menghadap dan mengadu kepada Allah Swt.
Setan kantas menemui Nabi Musa As, yang tak lain adalah Kalimulloh (Nabi yang berbisik / berbicang dengan Allah Swt). Terjadilah percakapan antara keduanya.
Setan (S) : "Musa! Aku ingin bertaubat kepada Allah. Aku mohon sampaikan maksudku kepada Allah Swt."
Musa (M) : "Baiklah, bila kau benar bermaksud begitu, akan Ku sampaikan kepada Allah. Bila kau benar-benar, tentu Allah akan mengampunimu."
Beberapa saat kemudian....
(M) : "Aku sudah menyampaikan maksud taubatmu kepada Allah. Taubatmu diterima oleh Allah, namun dengan satu syarat. Apakah kau mau memenuhinya?"
(S) : "Ya, Aku siap menjalankannya. Apa syarat yang diminta ileh Allah."
(M) : "Dahulu, dosa yang menjadikan kau dimurka adalah tak mau bersujud kepada Nabi Adam As, saat kau diperitahkannya. Kini, kau harus bersujud, di kubur Nabi Adam As. Itulah syarat taubatmu."
(S) : "Hai Musa! Saat Adam hidup saja aku tak sudi bersujud kepadanya. Bagaimana mungkin sekarang aku sudi sujud kepadanya saat ia telah mati."
(M) : "Oooh..... Dasar Kau Setan....!!!"
(Disarikan dari pengajian Tafsir Jalalain, oleh KH. Bahauddin Nur Salim, Sedan Rembang)
Hikmah:
1. Betapa pun dosa seorang hamba, bila benar2 mau bertaubat, pasti Allah akan mengampuninya.
2. Kesombongan merupakan sikap yang sangat berbahaya, Ia menutup hati kita untuk menerima kebenaran. Sekalipun kita tahu itu adalah kebenaran.
Oleh karena, sebuah doa mengajarkan kita,
ربنا أرنا الحق حقا وارزقنا اتباعه
وأرنا الباطل باطلا وارزقنا اجتنابه
"Ya Allah, perlihatkan kepada kami kebenaran, dan anugerahkan kepada kami, mengikutinya.
Pun pula, perlihatkan kepada kami kebathilan, dan anugerahkan kepada kami, menjauhinya."
Wallahu A'lam bis shawab....
No comments:
Post a Comment